Traditional Art Practices


Ternyata, selain kaya akan obyek wisata yang menarik, Pandeglang juga kaya dalam hal warisan budaya kesenian daerah lo, mau tahu apa saja kesenian tradisional yang sampai sekarang masih dilestarikan di Pandeglang? Yuk kita lihat:

1.      Debus

Debus adalah seni pertunjukkan yang memperlihatkan permainan kekebalan tubuh terhadap pukulan, tebasan, dan tusukan benda tajam. Dalam permainannya, Debus banyak menampilkan atraksi kekebalan tubuh sesuai keinginan pemainnya. Pada masa pemerintahan Sultan Ageng Tirtayasa sekitar abad ke-17, Debus digunakan sebagai alat untuk membangkitkan semangat para pejuang dalam melawan penjajah. Dalam perkembangannya, Debus menjadi ragam seni budaya masyarakat Banten dan digemari sebagai hiburan yang langka dan menarik. Selain di Pandeglang, atraksi ini juga banyak ditampilkan di daerah Cilegon, Serang, dan Lebak.

2.      Dzikir Saman

Seni Saman disebut juga Dzikir Maulud, yaitu kesenian tradisional rakyat Banten khususnya di Kabupaten Pandeglang yang menggunakan media gerak dan lagu (vocal) dan syair-syair yang dilantunkan mengagungkan Allah dan pujian kepada Nabi Muhammad SAW. Nama Dzikir Saman berkaitan dengan kata Saman yang berarti delapan dan dicetuskan pertama kali oleh Syech Saman dari Aceh. Tari Saman berasal dari Kesultanan Banten yang dibawa oleh para ulama pada abad ke 18 sebagai upacara keagamaan untuk memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW pada bulan Maulud. Namun dalam perkembangannya dapat juga dilakukan pada upacara selamatan rumah, selamatan khitanan, dan pernikahan. Pemain Dzikir Saman berjumlah antara 26 hingga 46 orang, terdiri dari 2 hingga 4 orang vokalis yang membacakan syair-syair dari kitab. Sementara 20-40 orang yang semuanya laki-laki mengimbangi lengkingan suara vokalis dengan saling bersahutan bersamaan (koor).

3.      Pandingdang Pandeglangan

Kesenian ini merupakan hasil kolaborasi dari berbagai kesenian daerah, yaitu Rampak Bedug Pandeglang dengan Kendang Pencak, Tarian Saman, Teriakan Beluk, Lagu-lagu Buhun Gendereh, Tarian Pencak Silat, Angklung Dodod, dan jenis seni tradisi lainnya yang ditata sesuai kebutuhan. Dapat juga ditambahkan seni pertunjukkan modern di dalamnya, yaitu pola tabuhan perkusi melalui Waditera Bedug, Kendang, dan Terbang  yang terbalut rapi dengan melodi vokal dan aransemen musik Saman, Beluk, dan Sholawatan Terbang Tandak, serta lengkingan Terompet Pencak.

4.      Rampak Bedug

Seni Rampak Bedug merupakan kesenian tradisional masyarakat Pandeglang dan sekitarnya yang mirip dengan tradisi ngadu bedug yang biasa dilakukan warga saat Hari Raya Idul Fitri atau Idul Adha. Peralatan yang digunakan meliputi satu set bedug kecil selaku pengatur irama, tempo dan dinamika, sedangkan bedug besar sebagai bass. Melodi hanya berasal dari shawalatan yang dilakukan sambil menabuh. Beberapa pola tabuh yang biasa dilakukan ialah: pingping cak-cak, nangtang, celementre, rurudatan, antingsela, sela gunung , dan kelapa samanggar.